Persib menggandeng Inter Milan guna membangun Akademi sepakbola untuk anak usia 10 hingga 16 tahun. Yoyo S. Adiredja mengatakan Akademi Persib ini punya keunggulan dari sekolah sepakbola lain pada umumnya. Salah satunya karena ada teknologi yang dirancang untuk menunjang kebutuhan para bibit-bibit muda.
“Sebenarnya SSB juga sih cuma nama saja biar keren karena hanya metode saja karena kalau akademi, nuansa academy-nya lebih kuat dan juga pake sport science,” kata General Manager Diklat Maung Bandung tersebut ketika diwawancara kepada awak media.
Laporan tiap pemain juga akan terpantau karena akademi ini akan memontor gerak-gerik pemain selama latihan. Hasil dari pantauan itu pun dikatakan Yoyo akan menjadi landasan mereka untuk ambil penerus pemain Diklat Persib sejak U-17. Sebelumnya Diklat cari pemain melalui proses seleksi terbuka atau lewat scouting.
“Terus nantinya ada HPU yaitu High Performance Unit, jadi semua anak-anak itu punya data masing-masing dan terukur semua. Nanti ukuran itu yang menentukan dia layak masuk ke Diklat atau engga lah,” jelasnya.
Dengan HPU, anak-anak yang kinerjanya kurang memuaskan pun bisa dideteksi. Sehingga staf pelatih tahu aspek apa yang jadi bahan evaluasi dari anak yang bersangkutan. Sehingga kemampuan setiap individu bisa mereka genjot untuk membentuk pemain yang mumpuni.
“Tapi kalaupun tak masuk, dia punya rapor dan setiap tiga bulan ada tes dan dari statistik kelihatan dia kurangnya dimana. Lalu nanti penanganan dimana-dimana tiap individu ada tiap cuma main game atau tim tapi individu karena kita tujuannya kesana,” ujar Yoyo.
Selain itu untuk teknologi penunjang sport science, Akademi ini akan bekerjasama dengan FPOK UPI. Selain mayoritas staf pelatih pun merupakan jebolan kampus tersebut. Hanya Budiman serta Yadi Mulyadi yang punya latar belakang eks pesepakbola profesional.
“Yadi Mulyadi, Budiman, ada Gilang, Yusuf dan kebanyakan teman-teman FPOK. Ini karena dari akademisi kuat dalam analisanya dan itu yang perlu dan sekarang dipoles statistik metode IT,” tutup Yoyo.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar